Sabtu, 03 Maret 2012

Kakak Beradik Diperkosa Geng Sakau di Pondok Cabe

Ilustrasi (Foto: Agung/Okezone)
Tujuh pemuda yang tergabung dalam Geng Sakau dilaporkan telah memperkosa kakak adik beserta temannya secara bergantian, di Kawasan Pondok Cabe, Tanggerang Selatan, Banten.

Y, Ibu kandung korban, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Komnas Perlindungan Anak. Dia mengisahkan, pada Juli tahun lalu teman kecil putrinya memberikan nomor handphone anak pertamanya, F (14), kepada salah seorang pelaku.

Setelah mengadakan komunikasi melalui pesan singkat, pelaku mengajak bertemu F serta mengajaknya pergi hingga malam. Kerena kemalaman, F didesak pelaku untuk tidur di rumah teman pelaku. Saat itulah F dikunci di salah satu ruangan yang sudah ada pelaku.

"Hingga dia akhirnya diperkosa oleh kawanan Geng Sakau," ujar Y kepada wartawan di Kantor Komnas PA, Jalan TB. Simatupang, Pasarrebo, Jakarta Timur, Rabu, (15/2/2012).

Kejadian kedua terjadi pada Oktober 2011, ketika salah seorang pelaku lainnya bernama Wawan Setiawan (22), meminta nomor handphone F. Setelah menjalin komunikasi denganya, F diajak bertemu untuk pergi rumahnya hingga larut malam. Puterinya, kata dia, juga diperkosa dan diperlakukan kasar yakni ditendang dan celananya dirobek.

Pada bulan yang sama dan dengan modus tidak jauh berbeda, pelaku lainnya, Sadewo, (22), kembali mengajak F bermain di lingkungan rumahnya. Namun F sempat menolak karena takut kejadian serupa terulang. Tapi Anom (panggilan Sadewo) menyakinkan F bahwa tidak akan terjadi kejadian serupa. Karena yakin F, akhirnya menyetujui ajakan Anom untuk pergi.

Kemudian F diajak ke sebuah rumah kosong dan diperkosa Anom bersama Wawan, pelaku yang sempat memerkosa korban. "Di rumah kosong tersebut, anak saya diperkosa secara beramai-ramai," ungkap Y berurai air mata.

Y menjelaskan anak keduanya D (12), juga diperkosa oleh Geng Sakau, setelah dia diperkenalkan kakaknya saat minta dijemput oleh para pelaku untuk main bersama-sama pada Agustus 2011 lalu.

"D diajak pergi hingga larut malam oleh pelaku, kemudian dia diajak ke kebun kosong dan diperkosa tiga orang secara bergantian," paparnya.

Pemerkosaan terhadap D terjadi lagi pada 23 September 2011, dengan modus yang sama yaitu pelaku mengajaknya bertemu. Kemudian D diajak ke rumah kosong dan menguncinya serta diperkosa oleh lima orang pelaku, Yaitu Salim, Bean, Boyo, Bono, dan Tian.

"Kejadian yang sama juga terulang pada bulan yang sama tepatnya tanggal 30," paparnya. Y mengatakan, kejadian pemerkosaan terhadap kedua anaknya diketahui setelah D mengalami demam dan muntah-muntah. Karena curiga dia kemudian melakukan tes kesehatan terhadap anaknya dan hasilnya negatif.

"Setelah itu anak saya berani cerita, dan mengatakan kakaknya juga melakukan hal yang sama," ungkapnya.

Saat ini kasus pemerkosaan telah disidangkan di Pengadilan Negeri Tanggerang, dengan empat pelaku yaitu Wawan Setiawan, (22), Ade Saputra, (20), Sadewo, (22), dan Rafli Afandi, (25). Sedangkan HR (16), sudah dalam sidang tuntutan. Namun dua orang lainnya Hendy dan Yoda yang diduga sebagai otak pemerkosaan masih dalam daftar pencarian polisi.

0 komentar:

Posting Komentar